Dorong Optimalisasi Potensi Desa Melalui Pengembangan Budidaya Kepiting

Perwakilan Lembaga SAMPAN Kalimantan menjadi pemateri dalam pengembangan budidaya kepiting di Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur. Kegiatan pelatihan ini merupakan kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia melalui FORCLIME FC MODULE Kabupaten Berau bersama SAMPAN Kalimantan dan LPHD Desa Tanjung Harapan. Bagaimana cerita dan pengalaman saya selama memberikan pelatihan di sana ?


Beni, Berau


Sebelum pemberian materi tentang budidaya kepiting di Kabupaten Berau, sebetulnya di 2018, FORCLIME FC MODULE Kabupaten Berau, melakukan Studi Banding Pengelolaan Hutan Desa Ke Bentang Pesisir Padang Tikar, tepatnya di Desa Tanjung Harapan, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat. 
Peserta yang mengikuti studi banding tersebut berjumlah 30 orang yang merupakan perwakilan dari tiap Desa dampingan FORCLIME FC MODULE Kabupaten Berau. 
Studi Banding ini dilakukan dalam rangka peningkatan dan penguatan kapasitas masyarakat dalam mengelola dan memanfaatkan Sumber Daya Hutan Desa serta peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan alternatif ekonomi secara berkelanjutan.
Sehingga diharapkan nantinya akan merangsang ide maupun inovasi kreatif peserta studi banding melalui pengembangan dan pengelolaan SDA yang akan dikembangkan di Desanya masing-masing (dampingan FORCLIME FC Kabupaten Berau). 
Dalam kegiatan Studi Banding di Hutan Desa Tanjung Harapan mereka belajar berbagai macam pengembangan potensi yang di kelola di Hutan Desa, seperti budidaya lebah madu kelulut, budidaya pengemukan dan pembesaran kepiting bakau dengan sistem keramba jaring silvofishery, dan manajemen kelembagaan dan lain-lain. 
Dari pembelajaran selama studi banding tersebut, munculah ide kawan-kawan FORCLIME FC Kabupten Berau dan dampingan untuk membuat kegiatan pelatihan pembangunan keramba untuk budidaya pembesaran kepiting bakau dengan sistem keramba Jaring Silvofishery dengan mengundang SAMPAN Kalimantan dan LPHD Tanjung Harapan sebagai Narasumber.
Pelatihan ini dilakukan selama 3 hari yakni mulai tanggal 8-10 Oktober 2019 di Desa Suaran, Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau. Peserta yang ikut dalam kegiatan pelatihan tersebut berasal dari 2 Kecamatan yakni Desa Suaran, Kecamatan Sambaliung dan Desa Teluk Semanting Kecamatan Pulau Derawan dengan total peserta berjumlah 30 orang.
Proses pelatihan dihari pertama yakni materi kelas tentang pengenalan keramba kepiting, prasyarat pembangunan keramba seperti lokasi budidaya, peralatan budidaya, teknis pembangunan keramba, bibit dan penebaran, pemeliharaan, perawatan dan pembesaran, pemanenan. Dalam pengerjaan keramba terdapat beberapa tahapan pengerjaan yang perlu diperhatikan seperti survey kelayakan dan kesesuaian lokasi budidaya, pengangkutan peralatan keramba kepiting dan pengerjaan pembangunan keramba. 
Dilanjutkan hari kedua praktek lapangan, beramai-ramai peserta dan panitia menuju lokasi pembangunan keramba yang telah direncanakan dengan menggunakan sampan ketinting yang telah siap.Riak-riak air tenang kami arungi dengan penuh cerita dan canda tawa. Disepanjang perjalanan rimbunan bakau dan nipah yang berbaur dengan nibung berbaris tegak bak benteng kerajaan di pesisir Berau. Eksotik keindahan perbukitan dan pulau –pulau kecil penyangga menyajikan pemandangan indah yang tak terlupakan.
Setibanya dilokasi peserta melakukan perintisan akses jalan menuju keramba, melewati celah celah akar bakau peserta masuk kelokasi pembangunan keramba, tapak demi tapak berjalan kaki, sambil melakukan diskusi dengan narasumber dan  observasi kelayakan dan kesesuaian lokasi. Berdasar pada beberapa aspek kelayakan dan kesesuaian lokasi disepakati, kami beramai ramai mengangkut peralatan keramba ke dalam lokasi. 
Tetes keringat mengucur dari kening turun kepipi, sengatan cahaya kian lama semakin panas menunjukkan waktu telah tengah hari, kami semua beristirahat sejenak dengan makan kue sambil menyeruput segelas kopi lalu makan siang. Tak terasa enam puluh menit berlalu kami pun bersama melanjutkan pengerjaan pembangunan keramba.
Dimulai dengan perintisan sisi keramba dan pemancangan, kemudian dilanjutkan dengan pengalian parit, pemasangan papan, terpal, dan waring troll dan pemasangan tikar licin. Dalam praktek pembangunan keramba terdapat pembelajaran yang menarik, peserta sangat antusias mereka saling bekerjasama dan membagi peran tanpa harus diarahkan oleh panitia mengerjakan tahapan-tahapan dan bagian dalam pengerjaan keramba. Hal menarik lainnya peserta juga saling berinteraksi diskusi sesama peserta sehingga pengerjaan pembangunan keramba cepat dan tidak lama.(**)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *