Desa Bentiang Madomong Terima Penghargaan Pemkab Serius Jaga Keaslian Hutan


PONTIANAK — Gerakan dalam mempertahankan iklim yang baik bagi dunia khususnya Desa Bentiang, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak kembali mendapat sorotan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Upaya mempertahankan keaslian dan keutuhan hutan tersebut kembali membuahkan hasil.
Di akhir tahun 2019 tersebut dalam acara Climate & Forestival Kapuas yang diselenggarakan pada 9 Desember di Balai Petitih Kantor Gubernur Kalimantan Barat yang dihadiri dari Kementerian Lingkungan Hidup, Gubernur Kalbar, Forkopimda Kalbar, Bupati/walikota se-Kalbar, Perusahaan perkebunan, pemerhati Lingkungan.
Dalam acara bergengsi tersebut mengantarkan Desa Bentiang Madomong menjadi desa yang tertinggi nilai proklim se-Kalimantan Barat serta mendapat Penghargaan langsung dari Gubernur Kalimantan Barat. Usai ditemui dalam acara tersebut Yanto, Kepala Desa Bentiang menyampaikan terima kasih telah memberikan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kepada pemerintah desa Bentiang Madomong.
“Hari ini kita dari Desa Bentiang diundang dalam acara Climate n Forestival Kapuas dan ternyata kita mendapat Penghargaan atas dedikasi kita bersama dalam menjaga iklim dan tentunya kami sampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalbar yang telah mendukung kita,” ujar Yanto, Senin (9/12).
Yanto juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Landak yang telah berupaya dengan semangat yang luar biasa dalam membantu dalam menjaga keaslian iklim di Desa Bentiang Madomong.
“Terima kasih kepada Bupati Landak yang sudah begitu semangat dan upayanya yang nyata sudah merubah dan hasil yang luar biasa sehingga hari ini Desa kami mendapatkan nilai proklim paling tertinggi se-kalbar. Mewakili perangkat Desa dan seluruh masyarakat Desa Bentiang Madomong sekali lagi kami mengucapkapkan terima kasih karena sudah membuat Desa kami semakin hari semakin dikenal dan kedepannya kami juga akan berusaha untuk menjaga keutuhan dan keasliannya sehingga akan menghasilkan hal yang baik dan bermanfaat” kata Yanto.
Kegiatan yang diselenggarakan dengan tema “Menuju Kalimantan Barat Berwawasan Lingkungan Melalui REDD+ dan peningkatan Indeks Desa Membangun” tersebut dihadiri Bupati Landak, dr Karolin Margret Natasa.
Bupati Landak saat dimintai keterangan menyampaikan bahwa menjaga keaslian wilayah merupakan tanggungjawab bersama dan perlu komitmen yang tinggi mengingat hutan adalah sumber kehidupan untuk manusia.
“Semua hutan diwilayah kita sebenarnya dapat dijaga keutuhan dan keasliannya namun tidak banyak yang berkomitmen melakukannya. Padahal tanggungjawab itu bukan hanya ada di Pemerintah saja melainkan semua bertanggungjawab menjaganya. Oleh sebab itu mari bersama-sama kita menjaga hutan diwilayah kita seperti di Desa Bentiang Madomong ini kita sudah melihat langsung bahwa hutannya harus dijaga bersama dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah akhirnya kita dapat mendapat manfaatnya,” ujar Karolin.
Karolin juga berharap supaya semua masyarakat Kabupaten Landak untuk turut serta dalam menjaga hutan diwilayahnya masing-masing guna keberlangsungan hidup.
“Hutan ini kan merupakan bagian dari kehidupan masyarakat kita, tanpa hutan maka dipastikan masyarakat akan susah karena beberapa keperluan masyarakat hanya terdapat dihutan. Oleh sebab itu sekali lagi mari bersama-sama kita jaga hutan kita,” pinta Karolin. (mif)

Sumber : Pontianak Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *