Buka Pasar Hasil Hutan Desa Mesti Ada Campur Tangan Pemerintah


PONTIANAK-SAMPAN-Madu mangrove dan kelulut di stand Sampan Kalimantan diminati pengunjung yang ikut serta pada kegiatan jalan sehat di halaman Kantor Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, Minggu (8/12). Dua komoditi tersebut adalah produk lokal hasil kekayaan alam Hutan Desa yang dikelola masyarakat untuk meningkatkan perekonomian setempat melalui hasil hutan bukan kayu.
“Saya memang penikmat madu. Khususnya kelulut miliki banyak khasiat. Manfaat paling nyata bisa membuat badan bugar. Selain itu, ketika batuk pilek atau demam, jika mengkonsumsi kelulut bisa sembuh. Ini sudah saya rasakan,” kata salah satu pengunjung yang membeli madu kelulut di stand Sampan Kalimantan, Desi.
Dijelaskan Desi, kemasan madu yang dijual di stand Sampan Kalimantan begitu menarik. Harganya juga tidak mahal. Rp 100 ribu. Saking penasarannya, diapun mencari tahu asal usul madu tersebut. Dari penjelasan penjaga stand, madu ini berasal dari Bentang Pesisir Padang Tikar, Kabupaten Kubu Raya.
Dia berharap, madu-madu ini dapat ditemukan dengan mudah di pasaran. Seperti di supermarket, minimarket dan toko-toko besar ternama. Agar semakin mengakar, butuh perhatian pemerintah buat membuka pasar mereka. 
Direktur Sampan Kalimantan, Dede Purwansyah menuturkan bahwa kegiatan jalan santai dan tanam pohon kali ini pihaknya juga dilibatkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Dalam kegiatan ini sekaligus menampilkan produk olahan dari dampingan desa Sampan Kalimantan di wilayah Bentang Pesisir Padang Tikar, dan Pesisir Dabung Tanjung Bunga, Kabupaten Kubu Raya. Diantaranya madu mangrove dan kelulut, amplang, pisang salai, kopi dan kepiting segar.
Semua produk tersebut berasal dari hutan desa. Sekarang hasilnya kian melimpah. Seperti madu kelulut dikatakan Dede begitu banyak. Sama seperti madu, budidaya kepiting yang sudah dilakukan masyarakat setempat sejak tahun lalu dieberapa desa Kecamatan Padang Tikar juga menunjukkan hasil positif. Rencana di Desember ini panen raya akan dilakukan.
Dari informasi kawan-kawan yang menjaga stand Sampan Kalimantan, produk madu mangrove dan kelulut paling banyak terjual. Artinya pasar madu di Kalbar sebenarnya bagus. Hanya saja kendalanya saat ini, cuma masalah pasar. “Kalau stok madu berlimpah. Butuh tangan pemerintah untuk membantu mencarikan pasarnya,” ungkap Dede.
Dengan begitu, dia meyakini skema Perhutanan Sosial dengan SK Hutan Desa dan Hutan Adat di Kalbar akan berjalan seiring. Al hasil penjualan hasil hutan bukan kayu juga berkelanjutan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Sesuai dengan visi misi Gubernur Kalbar, menjadikan Desa di Kalbar sebagai Desa Mandiri. “Menjadi mandiri salah satunya bisa dengan memanfaatkan hasil hutan bukan kayu. Saya berharap Gubernur Kalbar dapat membantu pasarnya,” katanya.
Dikegiatan ini, PLN juga memberikan bantuan bibit untuk empat desa dampingan. “Tentu akan meringankan beban LPHD dalam menjalankan rencana kerja berkaitan dengan rehabilitasi,” tutupnya.(ma)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *