AP2SI Sebagai Wadah Pengelola Perhutanan Sosial


PONTIANAK-SAMPAN-Belum lama ini 51 Kelompok tani hutan pengelola Perhutanan Sosial tersebar di 17 provinsi membentuk Asosiasi Pengelola Perhutanan Sosial Indonesia (AP2SI), di Jakarta. Hermansyah Ketua LPHD Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya didapuk sebagai ketua AP2SI Kalimantan Barat.
“Pertemuan nasional membahas Perhutanan Sosial itu dilakukan November kemarin dengan ketua nasional terpilih saudara Roni Usman Kusmana. Total ada 51 perwakilan kelompok tani pengelola Perhutanan Sosial dari 17 Provinsi ikut serta. Saya didapuk menjadi Ketua AP2SI di Kalbar,” ujar Hermansyah, (4/12).
Dipertemuan itu juga sebagai tempat diskusi membicarakan apa saja yang dihadapi kawan-kawan pengelola Perhutanan Sosial.
Ada tujuh kendala pokok pengelolaan Perhutanan Sosial ini. Beberapanya yaitu dukungan politik dari kementerian dan lembaga terhadap program ini belum maksimal, Seperti batasan area kerja, minimnya alat produksi sebagai penunjang jalannya Perhutanan Sosial, kurangnya akses dukungan untuk modal pembiayaan terhadap pengelolaan Perhutanan Sosial oleh kementerian dan lembaga dan membahas masih minimnya kapasitas untuk pengembangan inovasi produk dan pasar.
Di Batu Ampar sendiri, pengelolaan Perhutanan Sosial sejak diberikan SK Hutan Desa dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sudah berjalan dengan baik. 
Pemanfaatan kekayaan alam hutan bukan kayu seperti hasil madu mangrove, kelulut dan kepiting menjadi potensi yang mesti terus dikembangkan. Namun lanjut dia, butuh peran penting buat membantu pihak desa membuka akses pasarnya.
“Ini yang akan kami dorong. Mudah-mudahan dengan adanya asosiasi ini, bisa menjadi wadah kami buat menyuarakan apa yang dihadapi teman-teman di sini,” tandasnya.(ma)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *