KUBU RAYA-SAMPAN-Tim SAMPAN Kalimantan menganalisis alur distribusi madu di 10 Desa Bentang Pesisir Padang Tikar, Kabupaten Kubu Raya (30/11). Analisis dilakukan untuk mengetahui alur kelayakan bisnis dari usaha madu di hutan desa Padang Tikar dengan tujuan yang ingin dicapai yakni untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor usaha kehutanan di bidang hutan bukan kayu.

“Dari 10 desa di Bentang Pesisir Padang Tikar, 8 desanya memiliki potensi madu. Kita akan menganalisis mulai dengan sumber daya termasuk potensi madu, kemudian modal awal dalam usaha madu, modal kerja dan prediksi laba dan rugi di usaha madu ini,” ujar anggota SAMPAN Kalimantan, Ratna Sari.

Setelah analisis dilakukan, nanti akan diketahui berapa jumlah besaran madu yang dapat terdistribusi itu. Dalam pendampingan SAMPAN, kata Ratna, jenis usaha hutan bukan kayu khususnya madu sudah berjalan. Bahkan dibeberapa desa sudah mendistribusikan madunya untuk diperjual belikan melalui Gerai Tembawang milik SAMPAN Kalimantan. “Hasil madu yang dihasilkan itu selalu laku. Jika potensi madu ini terpetakan, ke depan produksi madu yang dapat dihasilkan bisa lebih besar dari sekarang,” ungkapnya.

Untuk jenis madu yang dijual saat ini kata Ratna berjenis madu Apis Dorsata. Pihaknya juga berencana akan menjual madu kelulut. Untuk harga madu kelulut harganya akan lebih mahal dari madu-madu biasa. Karena untuk mencari madu jenis itu sedikit sulit. Selain itu, khasiat madu jenis kelulut juga banyak. Diantaranya mengobati kencing manis, strok, darah tinggi dan penyakit kronis lain.

“Madu jenis kelulut ini kita temukan di Desa Sungai Besar, Kecamatan Batu Ampar. Madunya agak berbeda dengan yang biasa, karena dia hinggap di lubang-lubang kayu dan didekat rumah masyarakat,” terangnya.

Lebah Kelulut di Bentang Pesisir Padang Tikar. SAMPAN 2016

Lebah Kelulut di Bentang Pesisir Padang Tikar. SAMPAN 2016.

Sayangnya kata dia, masyarakat setempat belum mengetahui cara pemanenan madu jenis kelulut. Kedepan  SAMPAN berencana akan membantu dalam budidaya madu kelulut.

Saat ini, mereka hanya membiarkan begitu saja sarang madu kelulut. Kata masyarakat setempat, baru-baru ini menemukan 5 sarang madu kelulut. “Kita yakin potensi madu di 10 desa bentang pesisir Padang Tikar banyak. makanya kita turun untuk analisi kelayakan bisnis madu,” tutupnya.(ma)

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.