Temu Nasional Perkuat Gerakan Pejuang Keadilan dan Kesetaraan Kelola SDA

PONTIANAK-SAMPAN-Program Officer The Asia Foundation untuk program Setapak, Margaretha Tri Wahyuningsih mengatakan, kegiatan tahun ke dua Temu Nasional memperkuat gerakan pejuang keadilan dan kesetaraan dalam pengelolaan sumber daya alam Indonesia, (27-28/3) di Jakarta berjalan baik dan menghasilkan beberapa komitmen dengan Kementerian Lingkungan Hidup. Harapannya, follow up dalam pertemuan itu bisa menjadi komitmen oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk dijalankan.
 
“Kegiatan Temu Nasional memperkuat gerakan pejuang keadilan dan kesetaraan dalam 
Pengelolaan sumber daya alam Indonesia sudah tahun ke dua. Dalam kegiatan itu, dihadiri Menteri LHK. Di sana kami berdialog langsung dengan bu menteri,” katanya, Sabtu (31/3).
 
Dalam kegiatan tersebut, dia sebagai gender focal point di The Asia Foundation selalu berharap kegiatan seperti ini tetap terlaksana dan berjalan baik. Sehingga dari hasil pertemuan itu bisa menghasilkan komitmen utamanya dengan pemangku kebijakan.
 
Dikegiatan itu, ada tiga follow up yang digemakan. Pertama, peraturan PS akan mengakomodir kepala keluarga, ke dua menegaskan konsep Ibu Bumi di konsep masyarakat adat hutan dan adat. Dan ke tiga tentang Amdal dan KLHS analisis gender. Tentunya, dari follow up tersebut bisa memastikan KLHK mewujudkan tiga komitmen itu.
 
Soal gender memang jadi perhatiannya. Kata dia, ada banyak kendala yang ditemukan saat ini, utamanya dalam mendorong pengarusutamaan gender di sektor pengelolaan hutan dan lahan yang lestari.
 
Konflik pertanahan dan kerusakan ekologis kata dia perempuan yang paling merasakan. Itu karena fungsi penyediaan air bersih dan makanan sehat rumah tangga ada di mereka (perempuan).
 
Dia memberikan contoh, jika lahan sudah diambil sawit tidak ada lagi kebun sayur. “Lantas apa yang mau di makan? Makan sawit?,” tanya dia.
 
“Kalau air kotor karena merkuri tambang, apa masyarakat harus beli air galon? Bukannya menciptakan generasi muda dengan merkuri?,” sambungnya.
 
Dalam pembahasan itu, Menteri begitu tertarik dengan gerakan ini. Mudah-mudahan saja pertemuan tersebut bisa menghasilkan komitmen dan sebuah kebijakan yang mengutamakan gender.(ma)

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.