Studi Banding Sebagai Referensi Perda

PONTIANAK-SAMPAN-Akademisi Universitas Tanjung Pura, Hamdani menuturkan secara keseluruhan hasil studi banding ke Provinsi Kalimantan Selatan bersama Tim SAMPAN Kalimantan Desember 2016 lalu sedikit banyak bisa jadi referensi  dalam ajuan penyusunan naskah akademis Pergub tentang perkebunan berkelanjutan.

“Secara pribadi tidak ada kekhususan tentang Perda Perkebunan berkelanjutan di Kalsel. Tapi kedatangan kami ke sana itu ingin melihat sejauh mana implementasi perdanya. Saat ini Kalbar tengah menyusun Perda tentang pengelolaan perkebunan berkelanjutan,” ucapnya kepada SAMPAN Kalimantan belum lama ini.

Menurutnya ada perbedaan antara Kalbar dan Kalsel. Jika di Kalbar ia ingin pengaturan perkebunan berkelanjutan tidak hanya spesifik kebun saja, namun ada kekayaan alam lain seperti pertambangan dan pertanian yang menurutnya harus diperlakukan sama.

Kalau di Kalsel Perda tersebut hanya sebatas sisi perkebunannya saja. Memang lanjutnya jika dilihat dari sisi normatif pengaturan Perda nomor 2 tahun 2013 ada banyak hal masih bersifat umum. “Tidak spesifik.  Kalbar harus ada kekhususan terutama mengenai pembangunan kebun berkelanjutan,” ungkapnya.

Harusnya dalam pengaturan perda di sana di satu area perkebunan milik perusahaan ada area konservasi dan tidak semua lahan dibuka untuk sawit. Tapi di Kalsel aturannya belum begitu jelas. Meski demikian, dalam perda itu Kalsel sudah memasukkan aspirasi lingkungan dalam penerapan amdal, UKL dan UPL.

Foto bersama usai kunjungan Kerja Pengelolaan SDA Berkelanjutan

Foto bersama usai kunjungan Kerja Pengelolaan SDA Berkelanjutan

Meski informasi tentang kebun di Kalsel belum terlalu banyak didapat namun pihak BLH nya juga memberikan banyak informasi tentang lingkungan setempat.

“Misalnya saat ini Kalsel sedang membahas Perda perlindungan pengelolaan lingkungan hidup. Kalau menurut saya perda ini penting,” ujarnya.

Ada keinginan Pemerintah Kalbar mengatur pengelolaan usaha berbasis SDA berkelanjutan. Ini harus direncanakan dalam inventarisasi kegiatan apa saja yang akan dilakukan ke depan.

Dalam tata kelola air bersih Kalsel juga cukup baik. Di sana pemerintahnya sudah mengatur mutu air sungai dengan menetapkan kelas a. Meski secara keseluruhan mutu kelas air bersih di sana belum kualitas a, setidaknya ada upaya pemerintah ke depan agar semua kelas air di sana semakin baik.(ma)

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.