POSTERKARHUTLA 32x47,5 cmPONTIANAK-SAMPAN-Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Kalbar, Anton P Widjaya mengatakan, terjadi penurunan curah hujan dari bulan Januari hingga Maret berdasarkan prediksi BMKG. Kondisi tersebut berdampak pada ancaman kebakaran lahan di wilayah Kalimantan Barat. Cegah kebakaran lahan meluas tindakan pertama adalah kesiap siagaan dalam penanganan kebakaran lahan gambut.

Ada beberapa poin yang diutarakan Anton terkait kebakaran lahan gambut ini. Dalam penanganan kebakaran lahan gambut tentu petugas BPBD dan Manggala Agni sudah berpengalaman menghadapi bencana tahunan ini. “Aneh rasanya kalau kesiap siagaan kita menghadapi bencana masih seperti tahun-tahun lalu,” ungkapnya belum lama ini.

Jika penanggulannya masih sama seperti tahun sebelumnnya, artinya tak ada pembelajaran dari bencana ini. Harusnya semua pihak belajar dari pengalaman yang sudah-sudah agar ketika berhadapan dengan situasi yang tak jauh berbeda dengan sebelumnnya, tim lebih sigap mengendalikan bencana ini, baik dalam skala kecil dan besar.

Ini menjadi ujian bagi kita. Badan Restorasi Gambut (BRG) yang ditunjuk untuk melakukan restorasi penataan kawasan gambut hingga tak ada kejadian kebakaran lahan gambut juga ditantang untuk minimalisir agar kejadian tak diinginkan ini tak terjadi. BRG juga miliki tanggung jawab memberi warning kepada seluruh masyarakat dan korporasi untuk betul-betul mampu memproteksi wilayah rawan kebakaran lahan.

Anton menyadari, penanganan kebakaran lahan gambut tak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi kejadian ini terjadi di awal tahun. Jika ini tetap berlangsung dan pemerintah tak mampu mengendalikan kebakaran sama seperti tahun sebelumnnya artinya tak ada pembelajaran yang dapat dipetik dari tahun lalu. “Mudah-mudahan pembelajaran yang ada betul-betul membuat kita sigap lebih cerdas dalam penanganan kebakaran,” terangnya.

“Di skuad yang sama dengan orang di institusi mengendalikan api sama harusnya tidak ada hal yang baru dipelajari. Kapasitas pengalaman pun ada. Saat ini tinggal komitmen saja yang diperlukan,” sambungnya.

PO SAMPAN Kalimantan, Dede mengatakan dalam konteks karhutla SAMPAN lebih cenderung mendorong pencegahan.  Menurut dia biaya pencegahan untuk antisipasi karhutla lebih kecil dari memadamkan api yang sudah terbakar.  “Perlu sinigersitas multipihak,” ujarnya.

Selama ini SAMPAN telah mambangun komunikasi dengan pemerintah dan swasta untuk pencegahan karhutla. Dilevel tapak SAMPAN melakukan penguatan. Mulai dari pembangunan infrastuktur   seperti embung,  skat kanal dan sumur hidran bekerjasama dengan LPPHD dan desa rawan kebakaran.(ma)

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.