Siap Dukung Pembangunan Keramba Kepiting

SUNGAI RAYA-Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalbar, Hetti Herawati mendukung langkah pengembangan dan pembangunan keramba kepiting di Kubu Raya. Ia juga menyebut kepiting bakau merupakan salah satu hasil laut yang tergolong sulit untuk proses pembibitannya jika harus mengandalkan indukan. Dan salah satu langkah untuk mengantisipasi masalah ini adalah dengan sistem budidaya.

“Kita harus berpikir tentang bagaimana caranya melakukan budidaya, terutama untuk proses pembibitannya yang harus mampu kita lakukan,” katanya.

Dia menekankan kepada para kelompok nelayan yang akan mengurus keramba kepiting untuk tekun nantinya selama melakukan proses pembibitan kepiting. Dia yakin, jika kepiting-kepiting tersebut dipelihara dengan sepenuh hati pasti akan berbeda dengan yang dipelihara dengan terpaksa.

“Yang penting tekun dan dirawat dengan kasih sayang,” timpalnya.

Hetti juga tak meragukan lagi soal pasar untuk kepiting-kepiting hasil dari keramba yang akan dibangun nantinya. Dia berujar terkait peminat kepiting disetiap waktunya seperti tak pernah ada habisnya, dan harganya relatif stabil. Hal ini dikatakannya sangat cocok dengan masyarakat yang tinggal dan mengandalkan hutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Saya juga yakin dengan adanya pembangunan keramba ini, masyarakat yang hidup mengandalkan hutan dapat menjadikan ini sebagai alternatif pertumbuhan ekonomi yang lebih baik,” ungkapnya.

Selain itu, Hetti Herawati menuturkan pihaknya di tahun 2019 siap memberikan bantuan berupa alat tangkap ramah lingkungan kepada para nelayan. Menurutnya, alat tangkap tersebut nantinya akan diprioritaskan kepada nelayan yang sudah menyampaikan proposal setahun sebelumnya.

“Prosedur bantuan, kita peruntukkan untuk kelompok yang menyampaikan proposal setahun sebelumnya,” tutur dia.

Dia menegaskan bahwa pihaknya telah membuat anggaran bantuan tersebut ke dalam APBD dan sudah siap diberikan kepada nelayan. Hanya saja bantuan alat tangkap ini diberikan kepada kabupaten yang mempunyai daerah pesisir. Seperti singkawang, Mempawah, Kubu Raya, dan daerah pesisir lainnya.

“Tidak semua Kabupaten. Untuk anggaran kisarannya Rp 150 juta per Kabupaten. Jadi sasaran Kabupaten pesisir saja,” jelas dia.

Hetti berharap pemberian bantuan kepada para nelayan ini dapat dimanfaatkan para nelayan sebaik-baiknya.

“Pemberian bantuan ini sebagai bentuk komitmen Pemprov dalam pemberdayaan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan,” jelas dia.

Selain bantuan alat tangkap, terdapat juga bantuan asuransi dan rekomendasi subsidi BBM untuk para nelayan, yang dianggap dia sangat membantu para nelayan.

Tahun 2019 Dinas Kelautan dan Perikanan menargetkan indikator kinerja utama yang telah disusun dapat terlaksana. Dimana pada tahun ini pihaknya fokus juga kepada produksi budidaya, tangkap, konsumsi perorang, dan peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap perundang-undangan yang berlaku.

“Kita sudah ada kisi-kisi yang ditargetkan itu apa. Tentu harapan kita target-target kinerja dapat tercapai,” jelas dia.(sig)

Sumber Pontianak Post

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.