Sekda Kalbar Usulkan Tumuk Putih Didaftarkan IUCN

Sekda Kalbar Usulkan Tumuk Putih Didaftarkan IUCN
 

KUBU RAYA-SAMPAN-Sekda Provinsi Kalimantan Barat, M Zeet Hamdy Assovie mengungkapkan, temuan mangrove langka berjenis tumuk putih berus mata buaya di wilayah Bentang Pesisir Padang Tikar, Kubu Raya harus segera ditindaklanjuti penanganannya. Ke depan tanaman ini harus didaftarkan ke dunia sebagai tanaman langka yang hampir punah dan harus dilindungi.

 
“Tentu ini (Tumuk putih) harus didaftarkan. Masyarakat harus mengerti mangrove jenis ini langka. Saya sendiri belum melihat langsung. Jika sudah mengetahui apa manfaatnya tentu ke depan harus dilindungi sama seperti raflesia arnoldi,” ungkapnya usai meresmikan track ekowisata mangrove Desa Nipah Panjang, Kubu Raya, akhir Agustus lalu.
 
Edukasi kata Zeet harus dilakukan mulai dari sekarang. Sasarannya masyarakat setempat. Nanti pemerintah juga turut andil dalam hal perlindungan tanaman langka ini.  Paling tidak, tanaman tersebut dipagari dan diberi tanda “warning”. “Ini menjadi prinsip cagar,” katanya.
 
Setelah semua dilakukan, temuan ini akan didaftarakan ke badan penanganan habitat langka dunia. Setelah itu tanaman ini akan masuk daftar tanaman langka dunia hampir punah dan wajib dilindungi.
 
Ia menambahkan, mangrove Kubu Raya berpotensi jadi ekowisata. Syarat pertama yang dilakukan adalah memberikan kemudahan akses. Setelah akses barulah ketersediaan air bersih, komunikasi, home stay dan banking. Ke depan ini harus ada. “Kalau tak ada itu gimana orang mau ke sini,” tutupnya.(ma)

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.