Dishut Kalbar Ekspos Tahura Pandan Puloh

JAKARTA-SAMPAN-Rabu 4 Juli 2018, di Jakarta, rombongan dari Kalimantan Barat yang terdiri dari Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Barat, Perwakilan Pemda Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Landak, UPT Tahura Pandan Puloh dan SAMPAN Kalimantan melakukan kegiatan Expose Permohonan dan Pembahasan Persiapan Tim Terpadu Perubahan Fungsi Kawasan Taman Hutan Raya Pandan Puloh yang terletak di dua kabupaten yaitu Kabupaten Landak dan Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
 
“Ekspos Usulan Perubahan Fungsi Antara Fungsi Pokok Hutan Lindung Gunung Pandan Puloh seluas ±16.300 hektar menjadi Taman Hutan Raya, terletak di Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat,” ucap anggota SAMPAN Kalimantan, Selvianus Saludan, (9/7).
 
Kedatangan pihak yang berkepentingan  kata dia dipimpin langsung Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan Bapak Prof.Dr.Ir. Sigit Hardwinarto, M.Agr, selain Tim dari Kalimantan Barat dalam kesempatan ini hadir pula Sekretaris Jendral Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktur Jenderal Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung, Direktur Jendral Pengelolaan Hutan Produksi Lestari, Dekan Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, Direktur Rencana, Penggunaan dan Pembentukan Wilayah Pengelolaan Hutan, Direktur Pencegahan Dampak Lingkungan Kebijakan Wilayah dan Sektor, Direktur Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Kepala Balai Penetapan Kawasan Hutan Wilayah III Pontianak, Kepala UPT TAHURA Pandan Puloh, Sekretariat Tim Terpadu.
 
Pada kesempatan ini Tim dari Kalimantan Barat yang dalam hal ini diwakili langsung Bapak Marius Marcelus TJ, SH, MM menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan serta hasil Kajian Teknis Pembangunan Taman Hutan Raya. Kata Vian sapaannya, beliau menyampaikan bahwa wilayah yang dicanangkan sebagai Taman Hutan Raya Pandan Puloh ini sengaja ditangani langsung oleh Pemerintahan Provinsi dengan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten karena wilayah ini termasuk ke dalam dua kebupaten yaitu Kabupaten bengkayang dan Kabupaten Landak. 
 
Pihaknya telah melakukan berbagai upaya salah satunya dengan membentuk UPT khusus tentang TAHURA Pandan Puloh, namun ia juga manyampaikan bahwa dukungan dari kementerian sangat diharapkan salah satunya dengan menetapkan wilayah ini sebagai TAHURA. Sehingga berbagai aktifitas selanjutnya bisa berjalan sebagai mana mestinya.
 
Penyampaian Marcel, kata dia mendapat tanggapan positif dari berbagai pihak, salah satunya dari Direktur Pengelolaan Hutan Lindung menyampaikan bahwa pada perinsip pihaknya sangat mendukung rencana tersebut. Asalkan fungsi kawasannya tetap diperhatikan dan perlu dibuat zona-zona khusus untuk perlindungan Keanekaragaman hayati. 
 
Sejalan dengan itu Direktur Rencana, Penggunaan dan Pembentukan Wilayah Hutan menjelaskan bahwa sebagian wilaya ajuan masuk dalam Perencanaan Tora, oleh karenanya perlu dikaji lebih lanjut mana yang akan didorong melalui skema Tora dan mana yang akan dijadikan Tahura.
 
Marcel menyambut dengan baik semua masukan yang ada dan berkomitmen akan menindak lanjuti semua masukan tersebut dan hal-hal yang belum ada khususnya terkait kelengkapan data dan lain sebagainya akan dikerjakan oleh Tim terpadu yang sudah dibentuk. 
 
SAMPAN sendiri dalam hal ini terlibat karena salah satu fokus SAMPAN ialah mendorong percepatan penetapan Tahura Pandan Puloh, selain itu SAMPAN juga akan memberi masukan, saran dan terlibat dalam penyusunan perencanaan pengelolaan TAHURA Pandan Puloh. Sehingga dalam penyusunan rencana kelolanya tidak meninggalkan kearifan lokal masyarakat yang sudah secara turun temurun ada disitu dan dalam implementasi pelaksanaannyapun masyarakat terlibat langsung serta dapat mendapat dampak positif dari ditetapkannya wilayah tersebut menjadi Tahura.(ma)

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.