Progres Positif Budidaya Kepiting Teluk Mastura  Hutan Desa Tingkatkan Ekonomi Masyarakat

KUBU RAYA-SAMPAN-Budidaya kepiting yang dikembangkan SAMPAN Kalimantan bersama warga Dusun Teluk Mastura, Desa Batu Ampar, Kubu Raya menunjukkan progres peningkatan. Melalui hutan desa, program budidaya kepiting ke depan diyakini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
 
“Kelompok budidaya kepiting teluk mastura terbentuk Agustus 2017 dengan jumlah anggota 8 orang yang diketuai Hendrik. Perkembangan budidaya pembesaran kepiting bakau dimulai 5 bulan yang lalu dengan mengirimkan nelayan kepiting desa Batu Ampar ke Bali untuk belajar budidaya pembesaran dan pembibitan kepiting di ekowisata kampoeng kepiting,” ungkap PO SAMPAN Kalimantan, Beni.
 
Progres perkembangan budidaya kepiting saat ini, kelompok sudah mengisi atau menebar bibit kepiting untuk dibesarkan di dalam keramba,  selain uji coba untuk melihat sejauh mana tingkat pertumbuhan,  kelayakkan lokasi budidaya.
 
Dijelaskan Beni, Dusun Teluk Mastura merupakan bagian hutan desa Batu Ampar. Kondisi mangrove yang mendukung diyakini sangat cocok jika ada pengembangan kepiting di wilayah ini.
 
Penebaran kepiting sudah dilakukan sejak 21 september 2017 dengan jumlah 50 kg atau 245 ekor,  dengan bibit rata rata 150-200 gram. Jenis kepiting yang dibesarkan adalah kepiting lokal hutan Desa Batu Ampar yaitu kepiting bakau atau yang dikenal dengan scylla serrata.  
 
Untuk pemasaran sementara ini kata Beni, masih tingkat lokal karena masih tahap uji coba,  namun kedepannya kami bersama kelompok sudah memikirkan untuk pembenihan atau pembibitan yang sumber induknya dari kepiting yang telah dipelihara dan dirawat di keramba sehinga jika produksi sudah mencukupi dapat di pasarkan tingkat eksport              
“Kalau masyarakat setempat rerata tanggapannya antusias dengan budidaya kepiting dengan sistem Silvofishery ini. Selain budidaya pembesaran kepiting mereka juga dapat melestarikan mangrove itu sendiri sebagai habitat kepiting,  selain itu membuka pemikiran kami untuk melihat peluang ekonomi dari pengelolaan hutan desa seperti mendukung sebagai tempat ekowisata,” terangnya.
 
Selain kepiting budidaya madu kelulut juha dikoneksikan. Target dan harapan SAMPAN bagaimana mana saat ini hutan desa bisa memberikan banyak manfaatkan bagi masyarakat. Maka dari itu kami tidak henti meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui pelatihan penyuluhan dan penguatan kelembagaan (kelompok) ini. Harapan kamu dari budidaya pembesaran kepiting ini nanti dapat meningkatkan ekonomi nelayan,  sehingga nelayan yang sekarang masih tangkap dapat beralih menjadi nelayan budidaya secara perlahan,  serta  ekosistem mangrove dapat terjaga. 
 
Daam hal ini kami juga bekerja sama dengan Dinas Perikanan KKR,  Dinas Kelautan dan Perikanan Prov kalbar, KPH KKR, Dinsospemdes KKR, Dinas Kehutanan Prov, Pokja PS Kalbar,  BPDAS dan instansi pemerintah lainnya baik ditingkat Kabupaten Kubu Raya dan Prov Kalimantan untuk mendukung hutan desa bentang pesisir Padang Tikar dan bentang pesisir Dabong – Tanjung Bunga.(ma)

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.