KUBU RAYA-SAMPAN-Wakil Bupati Kubu Raya, Herculanus meresmikan ekowisata mangrove yang berada di Desa Batu Ampar, Kecamatan Batu Ampar, Kubu Raya, Jumat (24/2). Di peresmian ekowisata itu, Wakil Bupati juga berkesempatan menanam pohon di area ekowisata mangrove.

“Kita ingin menjadikan hutan mangrove jadi daya tarik di sektor pariwisata. Banyak potensi yang bisa kita jual. Utamanya hutan mangrove yang mesti dilestarikan,” ujarnya.

Demikian pula potensi di dalam hutan mangrove, jika dikelola bisa menjadi potensi ekonomi. Contohnya, hasil buah hutan mangrove bisa menjadi satu produk turunan yang banyak.

Sebagian wilayah Kubu Raya merupakan hutan mangrove. Sebagai informasi, 80 jenis hutan mangrove dunia, bisa ditemukan di Kubu Raya. “Mangrove kita juga terbaik di Asean,” ungkapnya.

Potensi luar biasa ini mesti dibuat terobosan agar ke depan masyarakat tidak hanya melestarikan hutannya saja. Tapi kekayaan alam ini bisa meningkatkan perekonomian warga. Salah satunya dengan pengelolaan pariwisatanya.

Dia menyadari, selama ini pengelolaan hutan rawa mangrove belum memberikan peningkatan kesejahteraan yang besar. Masyarakat masih terbatas pengolahannya sebatas menjadi arang saja. “Dengan adanya ekowisata, banyak hal yang bisa kita angkat, seperti madu mangrove yang selama ini dianggap tidak memiliki nilai jual, ini terus dilakukan sebagai komoditi yang bisa diangkat,” ucapnya optimis.

Ekowisata secara langsung juga memberdayakan masyarakat dari banyak aspek, termasuk untuk edukasi, agar orang makin kenal mangrove dan jika sudah mengenal, dia berharap mereka memiliki tanggung jawab untuk melestarikan keberadaanya.(ma)

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.