Pengembangan Sabun Madu Kelulut

PONTIANAK-SAMPAN-Emanuel Luis Rosario, mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura Pontianak, melakukan uji coba pembuatan sabun dari bahan dasar madu kelulut. Uji coba yang dilakukan itu bersama tim SAMPAN Kalimantan, 7 Agustus 2017 lalu.
 
“Ide pembuatan sabun madu awalnya usai melihat hasil panen madu kelulut yang  melonjak. Dari situ terbentuklah ide untuk membuat olahan produk turunan yakni sabun. Sabun merupakan yang dibutuhkan manusia dalam kesehariannya. Selain itu, ide tentang sabun ini disarankan Bung Fajri, Bang Deni dan teman dari lembaga SAMPAN,” terangnya, Kamis (24/8).
 
Mengenai hasil dari pembuatan sabun madu itu untuk sekarang belum di produksi secara massal. Tapi kata dia, tak menutup kemungkinan akan dikembangkan secara berkelanjutan. Itu bisa dilihat dengan jumlah kelulut yang dihasilkan masyarakat Bentang Pesisir Padang Tikar. “Jika ini berhasil dapat menyokong perekonomian petani madu kelulut,” terangnya.
 
Lebah kelulut ini, selain bisa dimanfaatkan sebagai sabun, propolisnya dapat dimanfaatkan menjadi lilin. Bahan dasarnya dari bagian sarang yang menutupi tempat madunya. 
 
“Karena kapasitas madu kelulut dimusim panennya melunjak drastis. Produk turunan madu kelulut ini potensi jika dikembangkan,” katanya.
 
Dari informasinya, sabun madu kelulut memiliki banyak fungsi. Diantaranya, dapat menghilangkan jerawat, mengatasi kulit berminyak dan kulit menjadi lembut.(ma)

 

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.