Pengelolaan Hutan Kubu Raya Perlu Sinergi Semua Pihak

PONTIANAK-SAMPAN-UPT Pengelolaan Hutan Kubu Raya telah terbentuk melalui Pergub Nomor 141 tahun 2016 pada 30 Desember tahun lalu. Agar berjalan maksimal, kesepahaman dari semua yang terlibat dalam pengelolaan kawasan hutan Kubu Raya harus dilakukan. Demikian dikatakan Direktur SAMPAN Kalimantan Dede Purwansyah, belum lama ini.

Kata Dede saat ini ada 320.052 hektare kawasan hutan Kubu Raya yang menjadi pengelolaan UPT KPH Kubu Raya. Dari luasan itu, dibagi dua bagian yaitu kawasan hutan lindung seluas 143.067 hektare dan kawasan hutan produksi seluas 176.656 hektare. 
 
Dari dua luasan itu, lanjut Dede, untuk kawasan hutan lindungnya telah dikelola 13 hutan desa yang telah memiliki SK Hutan Desa dan ada 2 desa yang saat ini tengah menunggu proses SK Hutan Desa dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sedangkan untuk kawasan Hutan Produksi dikelola oleh 2 Hak Pengusaha Hutan (HPH), 4 hak tanaman industri dan 1 restorasi ekosistem.
 
Tugas pokok dan fungsi KPH meburut SK Pergub lanjut dia, diantaranya menyelenggarakan pengelolaan hutan, menjabarkan kebijakan kehutanan nasional, provinsi dan kabupaten kota bidang kehutanan untuk diimplementasikan. Kemudian dapat melaksanakan kegiatan pengelolaan hutan, pemantauan dan penilaian kegiatan kehutanan dan membuka peluang investasi guna mendukung tercapainya tujuan pengelolaan hutan.
 
Agar berjalan sinergi kata Dede, perlu komitmen kuat dari berbagai pihak. Baik berupa program kegiatan dan dukungan dana untuk bersama mengelola kawasan hutan yang ada, agar dapat terarah sinergi dan berkelanjutan dengan tujuan utama untuk mensejahterakan masyarakat di dalam dan sekitar hutan.
 
Langkah awal mencapainya itu menurut, perlu membangun kesepahaman antara pemerintah pusat, kabupaten, LPHD, perusahaan serta NGO. Perlu banyak masukan agar  semua berjalan sempurna. Inventarisasi data juga perlu. Kemudian lakukan konsolidasi dan pengumpulan masukan informasi isu strategis Pengelolaan hutan serta informasi lain dari berbagai pihak terlibat harus dilakukan,” ungkapnya.
 
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kubu Raya, Ponti Wijaya menjelaskan saat ini areal kerja KPH Kubu Raya luasannya mencapai 320 ribu hektare. Agar semua berjalan sesuai harapan menurutnya perlu data akurat dan kerjasama dari semua multistake holder yang ada. Dengan demikian, potensi dalam kawasan hutan dapat terkelola dengan maksimal.(ma)

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.