Menikmati Sensasi Arung Jeram Gurung Duayak  Jika Beruntung, Bisa Melihat Masyarakat Menangkap Ikan

Gurung Duayak, Objek Pesona Desa Bahenap, Kabupaten Kapuas Hulu. SAMPAN 2016

Gurung Duayak, Objek Pesona Desa Bahenap, Kabupaten Kapuas Hulu. SAMPAN 2016

KAPUAS HULU-SAMPAN-Berbicara potensi wisata di Desa Bahenap, Kecamatan Kalis, Kabupaten Kapuas Hulu seolah tak ada habisnya. Setelah Air Terjun Sarai Sawi, satu lagi obyek wisata terpendam. Warga setempat menyebutnya “Gurung Duayak”.

Gurung Duayak adalah sungai dengan riam-riam bebatuan. Bagi penggemar arung jeram, patut kiranya menguji adrenalin di alur sungai ini. Letak Gurung ini tepat berada di hulu perkampungan Dusun Nanga Bahenap, Desa Bahenap. Jarak tempuh dari pusat kecamatan menuju tempat ini kurang lebih 17 kilometer dan bisa di akses menggunakan kendaraan roda dua. Sebelum sampai ke lokasi pengunjung terlebih dahulu melewati beberapa desa, seperti Desa Tekudak, Hulu Tubuk, Nanga Danau, Rantau Kalis dan Desa Kensuray.

Kepala Dusun setempat, Aloysius Aloy mengatakan, dinamakan Gurung Duayak karena di sini terdapat ikan-ikan kecil mudik melalui bebatuan. Jika pada musimnnya, masyarakat setempat sering turun menangkap ikan-ikan tersebut. Masyarakat menamai ikan-ikan kecil itu dengan sebutan ikan Duayak. Oleh karena itu Gurung ini disebut Gurung Duayak.

Lanjutnya, dikatakan dia, apabila ikan-ikan kecil itu mudik masyarakat sering turun beramai- ramai untuk menangkapnya. Tua, muda, laki-laki, perempuan sampai anak-anak ikut menangkap ikan. Penggunaan alat tangkap ikannya juga masih tradisional, yaitu dengan menggunakan bubu. Hasil tangkapan ikan selain untuk dikonsumsi, sebagiannya lagi dijual masyarakat dengan mengolahnya menjadi rusit.

Pendamping SAMPAN Kalimantan, Selvianus mengatakan, jika sedang musimnya, satu kepala keluarga bisa memperoleh 10-30 kilogram ikan. Potensi ikan melimpah. Dalam setahun, musim ikan mudik bisa sampai 5 kali.

Gurung Duayak sangat berpotensi untuk jadi objek wisata, khususnya arung jeram. Apabila nasib mujur, traveler tidak hanya menikmati alam, air,bebatuan dan bermain arung jeram, tapi bisa menyaksikan masyarakat yang sedang menangkap ikan. “Musim ikan biasa jatuh pada bulan Februari April, Juli, Agustus dan Oktober,” katanya.

Potensi kekayaan alam ini kata Vian sapaannya, kurang terekspos. Menurutnya ini perlu dikembangkan. Setahu dia, pecinta arung jeram di Kapuas Hulu saja belum banyak yang tahu bahwa di Bahenap miliki jeram-jeram yang patut dicoba.

Di sini SAMPAN Kalimantan terus melakukan pendampingan pada masyarakat Desa Bahenap. Pihaknya juga melakukan promosiproduk masyarakatnya. “Sekarang kita pelan-pelan mengenalkan potensi desa, salah satunya pesona wisatanya,” ungkapnya.

Untuk promosinya, saat ini masih melalui up load foto di media sosial. Pihaknya juga membuat brosur-brosur tentang potensi alamnya. “Brosus yang kita buat kerap kita bagikan saat SAMPAN ikut serta dalam berbagai acara pameran. Baik itu di Pontianak dan pameran yang diadakan di Pulau Jawa,” ungkapnya.

Hasilnya tambah Vian tak mengecewakan. Setelah melihat brosur dan pamflet itu sebagian besar pengunjung tertarik dengan potensi wisatanya. Bahkan, banyak yang sudah menanyakan harga paket wisata ke tempat tersebut. “Ini bagus. Semoga apa yang kita harapkan dapat berjalan sesuai keinginan,” tutupnya.(ma)

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.