Mahasiswa Universitas Missouri Teliti Hutan Desa Bahenap dan Hutan Desa Selaup

KAPUAS HULU-SAMPAN-Akhir bulan Mei yang lalu, seorang mahasiswi dari Universitas Missouri (Amerika) mengunjungi Desa Selaup di Kecamatan Bunut Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Kedatangan mahasiswi tersebut untuk berdiskusi dan menyampaikan rencana penelitian yang akan dijalankannya di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu. 
 
Dipilihnya beberapa desa di Kabupaten Kapuas Hulu sebagai lokasi penelitan yaitu karena diwilayah Kapuas Hulu saat ini sudah mulai berkembang pola pengembangan hutan berbasis perhutanan sosial. 
 
Perhutanan Sosial menjadi tema dalam penelitian ini, lebih khususnya adalah terkait pengembangan dengan skema hutan desa. 
 
TFCA Kalimantan (The Forest Conservation Act) juga memberikan rekomendasi kepada desa-desa dampingan mitranya untuk dijadikan lokasi penelitian tersebut. Melalui rekomendasi tersebut, beberapa desa di Kapuas Hulu menjadi lokasi penelitian tersebut. 
 
Termasuklah Desa Bahenap dan Desa Selaup yang saat ini sedang dalam pengembangan masyarakat dengan skema Hutan Desa. 
Desa Selaup dan Desa Bahenap merupakan dua dari lima desa dampingan SAMPAN Kalimantan di Kapuas Hulu terkait Hutan Desa yang dijadikan sebagai lokasi penelitian ini. 
 
Lima Desa dampingan SAMPAN di Kapuas Hulu ini adalah Desa Selaup dan Desa Nanga Semangut di Kecamatan Bunut Hulu, serta Desa Bahenap, Desa Nanga Raun, dan Desa Kensuray di Kecamatan Kalis. Lima desa ini merupakan desa-desa yang berada dikawasan hutan dan telah diajukan skema pengembangan berbasis perhutanan sosial agar dapat maksimal dikelola oleh masyarakat dan skema yang digunakan yaitu skema Hutan Desa.
 
Didampingi oleh tim SAMPAN Kalimantan, akhir bulan Mei lalu, Dorin mahasiswi Indonesia yang menempuh pendidikan di Universitas Missouri tersebut mengunjungi Desa Selaup dan bertemu Kepala Desa Selaup untuk berbincang dan berdiskusi tentang rencana penelitian tersebut. 
 
Perangkat Desa Selaup menyambut baik rencana penelitian tersebut dan akan membantu memberikan informasi dan data semampunya guna menyelesaikan penelitian tersebut.
 
Diskusi juga terkait rencana penelitian yang berkaitan dengan peningkatan ekonomi masyarakat yang berada dikawasan Hutan Desa dan memanfaatkan hasil hutan di desanya sebagai sumber penghidupan dan pengembangan usaha hutan yang berkelanjutan. Hal ini menjadi sangat menarik, karena masyarakat juga antusias untuk mengembangkan dan menjalankan program yang disusun oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa di Desa Selaup ini.
 
Dalam Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor : SK.5163/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/10/2017, masyarakat Desa Selaup melalui LPHD diberikan Hak Pengelolaan Hutan Desa seluas 2572 Ha pada kawasan Hutan Produksi Terbatas. Pengelolaan Hutan Desa ini yang menjadi rencana masyarakat melalui LPHD Selaup untuk dapat meningkatkan pengembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
 
Desa Selaup sendiri dalam pengembangannya memiliki banyak produk dan usaha-usaha yang sangat berpotensi dan akan terus dikembangkan. Salah satunya adalah budidaya madu kelulut, dan hasil perkebunannya. Terkait budidaya madu kelulut, Dorin pada kesempatan tersebut juga ikut melihat lokasi pembudidayaan madu kelulut di Desa Selaup ini. Hal ini menjadikan Dorin semakin semangat dan tertarik untuk berdiskusi dan meneliti di Desa Selaup.
Rencannya penelitian tersebut akan dilaksanakan setelah libur lebaran ini dan hingga saat ini sudah ada tiga desa yang menjadi lokasi penelitianya, yaitu Desa Selaup dan Desa Bahenap, serta Desa Penepian Raya. 
 
Penulis Pendamping SAMPAN Kalimantan : Vincensius

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.