SAMPAN Kenalkan Produk Hutan Rawa Gambut dan Pakaian Adat Khas Kalimantan Barat

SAMPAN Kalimantan Kenalkan Produk Hutan Rawa Gambut Hutan Desa di Jambore Masyarakat Gambut di Jambi

SAMPAN Kalimantan Kenalkan Produk Hutan Rawa Gambut Hutan Desa di Jambore Masyarakat Gambut di Jambi

JAMBI-SAMPAN-Ada yang menarik dalam keikutsertaan SAMPAN Kalimantan dikegiatan Jambore Masyarakat Gambut, di Jambi (5/11). Stand yang berisikan beragam produk berasal dari 11 desa di bentang pesisir Padang Tikar, Kubu Raya memang memikat hati pengunjung. Tak kalah dari itu, mengenakan pakaian adat khas Dayak dan melayu, penjaga stand SAMPAN menjadi magnet bagi pengunjung untuk datang ke lembaga yang fokus pada wilayah pesisir itu.

“Baru beberapa kali ini, kami (penjaga stand) mengenakan pakaian khas Kalimantan Barat. Selain mengenakan pakaian adat dayak, kita juga mengenakan pakaian adat melayu. Ini digunakan untuk menarik perhatian pengunjung untuk datang ke stand kami. Hasilnya tak mengecewakan, semenjak menggunakan pakaian khas Kalbar dibeberapa kegiatan, stand kami kerap ramai,” terang Ida, penjaga stand SAMPAN Kalimantan.

Diceritakan Ida, ide untuk mengenakan pakaian adat khas Kalbar terbersit sejak mengikuti beberapa kali pameran berskala nasional. “Awalnya kita sampai menyewa pakaian adat Kalbar tiap kali ikuti pameran. Pikir kami, agenda SAMPAN begitu banyak. Untuk pameran, sebulan bisa 3-4 kali. Kalau tiap kegitan harus sewa pakaian dirasa berat. Akhirnya kami putuskan untuk beli pakaian ini,” ungkapnya.

Mengenakan pakaian khas daerah Kalbar pada tiap pameran rupanya jadi daya tarik pengunjung. Contoh saja, dalam Jambore Masyarakat Gambut kali ini, hanya stand milik SAMPAN yang penjaganya mengenakan pakaian khas daerah. Tentu ini memikat pengunjung. Kata Ida, SAMPAN berusaha maksimal dalam tiap kegiatan. Selain produk bentang pesisir Padang Tikar jadi andalannya, penjaga stand harus tampil menarik.

Penguasaan materi produk kata Ida wajib dikuasai penjaga stand SAMPAN. Ini diperlukan. Dengan menguasai materi produk, penjaga stand bisa menjelaskan tiap produk yang terpajang dalam stand. Jika penjelasannya jelas dan menarik, bukan tak mungkin pengunjung tertarik membeli produk-produk ini. “Produk yang kami bawa tiap kegiatan banyak yang laku. Ini merupakan strategi kami,” jelasnya.

Dalam kegiatan kali ini Ida menambahkan, ada 11 Desa mempromosikan Restorasi Gambut di Hutan Desa Bentang Pesisir Padang Tikar. Menurut dia, isu kerusakan gambut jadi perhatian masyarakat dari 11 Desa Kecamatan Batu Ampar yang hidup didalam sekitar gambut. Bagi masyarakat setempat gambut menjadi sumber hidup dan penghidupan masyarakat dari berbagai generasi. Produk hasil budidaya gambut ramah linkungan ini dibawa sekaligus mempromosikan restorasi gambut dihutan desa bentang pesisir Padang Tikar.(ma)

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.