Jadi Primadona Warga Batu Ampar Beramai-Ramai Budidaya Kelulut

KUBU RAYA-SAMPAN-Ketua Koperasi Madu Dusun Sungai Limau, Desa Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, Heri mengungkap, dalam sebulan kelompok budidaya madu bisa menghasilkan 300 kilogram madu kelulut. Bernilainya kelulut sekarang, membuat 45 RT di desanya beramai-ramai membudidaya kelulut.
 
“Dari data saya, total ada 1215 kotak budidaya madu kelulut di Desa Batu Ampar. Dari jumlah itu, 964 kotak madu kelulutnya berproduksi. Itu bisa dipanen 22 hari,” katanya, Minggu (11/3).
 
400 kotak madu kelulut yang masib kosong terus diupayakan Heri agar bisa terisi. Jika terisi, maka kotak madu kelulut yang ada di desanya bisa berproduksi semua. Menurutnya, produksi kelulut bisa cepat. Semuanya tergantung pakan. Di Batu Ampar, pakan kelulut masih alami. Dia mencari sari-sari makanan disekitar rumah kotaknya. Makanya untuk produksi kelulut di sini juga produktif.
 
Untuk menjualnya kata dia, sekarang juga tak sulit. Hasil madu kelulut diminati masyarakat setempat. Selain dikonsumsi masyarakat Batu Ampar, hasil madu kelulutnya juga sampai ke Pontianak. 
 
Dari data dia saat ini, total kelompok budidaya kelulut di Desanya sudah mencapai 45 kelompok. 45 kelompok itu terdiri dari 45 RT di Desa Batu Ampar. “Mudah-mudahan kelulut bisa terus berkembang. Dengan demikian, bisa berdampak pada meningkatnya perekonomian masyarakat,” katanya.
 
Sementara itu, Hengki, warga Desa Batu Ampar mengakui bahwa kelulut miliki khasiat buat kesehatan tubuh. “Saya kalau mau demam cepat-cepat minum kelulut. Besok paginya tak jadi demam,” katanya.
 
Di tempatnya, untuk mendapatkan kelulut tak sulit. Selain beli, dirinya saat ini juga tengah membuat kotak kelulut untuk dibudidayakan. Hasil kelulut tidak untuk dijual, tapi untuk konsumsi pribadi saja. “Yang saya rasakan konsumsi madu kelulut sangat baik bagi kesehatan,” tandasnya.(ma)

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.