Ekowisata Mangrove Timbulkan Peningkatan Perekonomian

 

KUBU RAYA-SAMPAN-Ekowisata Mangrove Desa Batu Ampar, Kabupaten Kubu Raya, resmi menjadi ekowisata setelah Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus meresmikan Jumat (24/2). Usai diresmikan, banyak harapan datang dari masyarakat setempat. Salah satunya dari mangrove dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di sana.

“Saya berharap ekowisata mangrove ini bisa membawa kemajuan bagi masyarakat setempat. Sebelumnnya, kita tak tahu bahwa berembang dan buah nipah bisa diolah menjadi satu produk yang bernilai jual,” ujar Ida Sumiati (45) salah satu warga Desa Batu Ampar.

Sepengetahuan dia, dulu nipah tak dijual masyarakat. Kalaupun diolah paling hanya untuk kepentingan pribadi saja. Semenjak adanya pelatihan dari SAMPAN Kalimantan, ia baru tahu bahwa nipah bisa diolah menjadi beberapa macam produk olahan diantaranya tepung dan sirup.

Apabila komoditi ini berpeluang menciptakan ekonomi baru, tentu akan menjadi ketertarikan masyarakat untuk mengolahnya. Dari pelatihan yang didapat, kini sebagian masyarakat bisa mengolah nipah menjadi beberapa macam produk. Pengaruhnya bagi ekowisata tentu ada. Apabila olahan mangrove bisa diperjual belikan, akan menarik minat wisatawan ketika berkunjung ke sini.

“Dulu buah berembang hanya dikonsumsi masyarakat setempat. Kalau daun nipah paling buat atap,” ungkap Julia (50) warga lainnya.

Semenjak ada pelatihan, kini masyarakat setempat bisa mengolah hasil alam itu. Menurutnya dengan banyak kegiatan pelatihan yang diikuti masyarakat setempat akan berdampak pada kemajuan Desa Batu Ampar. “Ini bagus, dampaknya desa kita mantap, makin maju dan sukses,” ujarnya.(ma)

 

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.