Dari Madu Untuk Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Desa

KAPUAS HULU-SAMPAN-Verifikasi Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu terkait Budidaya Madu Kelulut Desa Selaup, Kabupaten Kapuas Hulu, merupakan salah satu desa yang memiliki banyak potensi pengembangan yang sangat baik jika dapat maksimal dikelola. Mulai dari potensi alamnya yang indah, potensi pertaniannya, dan yang saat ini menjadi produk unggulan di Desa Selaup adalah pengembangan budidaya madu kelulut. 

Pengembangan budidaya madu kelulut di Desa Selaup hingga saat ini telah berjalan cukup maksimal baik dari peningkatan kualitas madu kelulut yang diproduksi, kuantitas produksi madu yang terus diupayakan meningkat, dan juga peningkatan manajemen kelembagaan kelompok madu kelulut agar dapat terus berjalan lancar programnya.

Pengembangan budidaya kelulut ini menjadi lanjutan pengembangan pasca pelatihan budidaya madu kelulut yang dilaksanakan oleh SAMPAN Kalimantan bekerjasama dengan Tropical Forest Conservation Art di Desa Tanjung Harapan, Kabupaten Kubu Raya di awal Tahun 2017 lalu dengan mengikutkan peserta dari tujuh desa di Kapuas Hulu, yaitu Desa Selaup dan Desa Nanga Semangut di Kecamatan Bunut Hulu, Desa Bahenap, Desa Kensuray dan Desa Nanga Raun di Kecamatan Kalis dan dua desa di Kecamatan Putussibau Utara yaitu Desa Nanga Nyabau dan Desa Benua Tengah. 

Pasca pelatihan tersebut, desa-desa yang mengikutkan pesertanya terus mengembangkan budidaya kelulut walau terkadang masih banyak kendala yang terjadi. Beranjak dari komitmen bersama untuk terus mengembangkan budidaya ini, maka kelompok-kelompok di tujuh desa telah sepakat untuk mengembangkan usaha dalam pengupayaan pembentukan Koperasi Madu Kelulut Berdikari. 

Dalam upaya mengembangkan secara maksimal budidaya ini, kepengurusan koperasi yang berdomisili di Desa Selaup melakukan diskusi bersama untuk menyusun rencana pengajuan pengurusan Perizinan Industri Rumah Tangga kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu. 

Hal ini menjadi sangat penting dimana untuk skala pemasaran yang lebih luas akan dibutuhkan izin usaha agar dapat memberikan jaminan bagi konsumen. Dalam hal ini juga Koperasi Madu KeLulut Berdikari sangat menyadari perlu adanya semangat dan upaya untuk menjaga kualitas madu kelulut agar dapat terjamin dalam hal kesehatannya.

Setelah pengajuan dan upaya pengembangan terus dilakukan, akhirnya tepat di Hari Senin 29 Januari 2018, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu melakukan verifikasi terkait pengajuan PIRT yang dilakukan oleh kepengurusan Koperasi Madu Kelulut Berdikari di Desa Selaup.

Berbagai diskusi dilakukan terkait pengembangan budidaya kelulut yang selama ini dilakukan oleh kelompok dan koperasi. Mulai dari praktek panen madu kelulut, penyaringan, pengecekan kadar air, hingga pengemasan madu kelulut menjadi salah satu bagian dari verifikasi. Hingga akhir diskusi yang kurang lebih berlangsung tiga jam, semuanya berjalan lancar dan baik adanya. 

Sabaruddin selaku Ketua Koperasi yang juga saat ini bertugas sebagai Kepala Desa Selaup berharap agar pemberian izin ini dapat segera diberikan oleh Dinas Kesehatan karena kebutuhan izin ini akan sangat dibutuhkan oleh koperasi sebagai salah satu syarat sah berkembangnya budidaya kedepannya. Beliau juga sangat bersemangat dan terus berkomitmen untuk menjaga kualitas produksi kedepannya agar terus memenuhi kriteria dan standar yang ada.  

Peningkatan kelembagaan dan kelompok juga menjadi salah satu komitmen beliau dalam pengembangan yang ada di koperasi.

Pihak Dinas Kesehatan Kapuas Hulu melalui tim verifikasi PIRT , Kurnia Yuliawati mengatakan pengelolaan yang ada harusnya bisa dimaksimalkan dan jika kelengkapan semua sudah dipenuhi, pasti kita akan mengeluarkan izin pengembangannya. Beliau juga menyampaikan semoga madu kelulut ini bisa mendapat izin dari pihak pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, sehingga pasarannya semakin lebih luas, bisa keluar dari Kapuas Hulu, memenuhi pasaran Kalimantan Barat dan bisa dikenal untuk pasaran nasional.

SAMPAN Kalimantan juga akan berupaya agar izin ini dapat segera diberikan oleh Dinas Kesehatan dan tentunya juga Sampan Kalimantan akan terus mendorong masyarakat di tujuh desa dampingan agar terus mengupayakan pengembangan budidaya kelulut yang ada sebagai salah satu upaya untuk terus memberikan peningkatan ekonomi bagi masyarakat. Akan ada dua izin usaha lagi yang akan kita uapayakan bersama masyarakat di desa dampingan, yaitu Produk Kopi Bahenap, dan Produk Olahan Ubi Ungu di Desa Bahenap Kecamatan Kalis. (Vincessius E.T)

Kedepannya, pengembangan budidaya madu kelulut melalui kelompok yang difasilitasi dalam Koperasi akan dimaksimalkan lagi agar benar-benar maksimal memberikan dampak bagi pengembangan masyarakat di Desa.

Penulis : Vincensius

Tin SAMPAN Kalimantan

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.