Bowie, Pegiat Lingkungan Belanda Studi Gambut di BPPT Mangrove BPPT Lebih Indah dari Mangrove Myanmar

PONTIANAK-SAMPAN-Pegiat lingkungan berkewarganegaraan Belanda, Bowie Meijer, tertarik dengan kombinasi ekologi, ekonomi dan sosial berbasis masyarakat kawasan hutan di Bentang Pesisir Padang Tikar (BPPT) Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Menurutnya, hutan mangrove di sana (BPPT) lebih bagus jika dibanding dengan hutan mangrove di negara Myanmar.
 
“Bowie Meijer ini pegiat lingkungan asal negara Belanda. Selain pegiat lingkungan, ia merupakan mahasiswa di Universitas Utrech. Kedatangan dia ke sini guna studi tentang pengelolaan proteksi dan produksi dilahan gambut dan mangrove di wilayah Bentang Pesisir Padang Tikar, Kubu Raya,” jelas peneliti mangrove SAMPAN Kalimantan, Bakti, Sabtu (10/2).
 
Bowie sangat konsen dengan hal yang berbau lingkungan. Dia sudah mendatangi ke berbagai negara untuk melakukan studi tentang lingkungan. Saat tinjuannya di BPPT, ia banyak belajar utamanya tentang kombinasi ekologi, ekonomi dan sosial berbasis masyarakat kawasan hutan. “Ia kagum dengan apa yang sudah dilakukan masyarakat BPPT,” katanya.
 
Contohnya saat diskusi dengan masyarakat, LPHD dan Kepala Desa Sungai Besar. Penjelasan penanganan kebakaran hutan dengan membentuk “Satgas Padamkan” sebagai upaya pencegahan dini kebakaran lahan membuat ia takjub. Selain itu tanggapan soal penanaman nanas, aloevera dan asam paya di lahan gambut bekas kebakaran benar-benar menyita perhatian Bowie.
 
Bouwie juga terkesan saat melihat Hutan Mangrove Batu Ampar dan Tanjung Harapan yang Masih terjaga. Menurutnya dia pernah ke mangrove Myanmar namun tidak sebagus di bentang pesisir yang memiliki tegakan hutan yang masih masuk dalam kategori virgin forest dan juga pengembangan ekonomi di kawasan mangrove seperti pengembangan madu kelulut, madu mangrove dan sylvofishery kepiting bakau tanpa merusak hutan. 
 
Dia sangat tertarik belajar di SAMPAN karena SAMPAN sudah melakukan hal yang yang kongkrit dalam Praktik Pengelolaan dengan menyeimbangkan antara Proteksi dan ekonomi dikawasan hutan mangrove dan gambut. 
 
Skema Hutan desa ini menjadi angin segar karena dengan keluarnya legalitas hutan desa yang dibantu oleh SAMPAN menjadi tonggak baru bagi masyrakat di Kawasan Hutan memiliki hak dalam mengelolaan hutan di desa mereka sendiri.(ma)

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.