Akses Menghambat Potensi Pertanian Dusun Baberuk

KAPUAS HULU-SAMPAN-Sektor pertanian Dusun Baberuk, Desa Bahenap, Kabupaten Kapuas Hulu, sebenarnya miliki potensi yang besar jika dikelola secara maksimal. Namun, berlimpahnya hasil pertanian belum serta merta mampu mensejahterakan masyarakatnya. Mengkatrol harga sayur dan perbaikan jalan merupakan cara memajukan sektor pertanian di wilayah ini.
 
Marlina Melinggu, salah seorang anggota kelompok pertanian Dusun Baberuk, menyadari potensi pertanian belum dimanfaatkan maksimal. Sekarang, sulitnya akses menuju desa merupakan salah satu kendala bagi warga dusun untuk memasarkan hasil pertanian. Pengaruhnya, harga jual menurun akibat kondisi hasil alamnya kelamaan di jalan.
 
“Hasil pertanian kelompok dan milik pribadi cukup berkembang. Bahkan hasil sayur mayur di kampung kita diminati pembeli dari luar desa. Namun kondisi jalan masih rusak berdampak pada harga sayuran menjadi murah karena resiko di jalan besar,” katanya belum lama ini.
 
Hal senada disampaikan Elisabet Tini. “Beberapa bulan ini hasil panen kita cukup tinggi dan meningkat. Ini anugerah dari potensi alam yang diberikan tuhan, ditambah semangat tinggi masyarakat mengolah hutan secara baik. Yang jadi persoalan saat ini saat musim hujan, hasil panen sulit dipasarkan karena buruknya akses,” kata dia.
 
Saat ini akses jadi kendala warga untuk memasarkan hasil pertanian. Selain itu di sini masih kurang kegiatan pengolahan produk turunan dari hasil pertanian. Itu menjadi resiko tersendiri dalam pengembangan pertanian ini, di mana saat pertanian banjir dan musim penghujan hasil pertandian jadi sulit dipasarkan.
 
Pendamping SAMPAN Kalimantan di Desa Bahenap, Kabupaten Kapuas Hulu, Vincensius memandang, dua persoalan ini jadi topik dalam pembahasan dengan masyarakat belum lama ini. Menurutnya, produk turunan harus dimaksimalkan.
 
Persoalan akses berdampak lada mahalnya ongkos transportasi berujung pada hasil pertanian tak maksimal. Melalui kelompok yang bekerjasama dengan SAMPAN Kalimantan dan Tropical Forest Conservation Act (TFCA) Kalimantan, perlahan telah mulai diupayakan melakukan pengembangan hasil pertanian melalui produk turunan agar bisa mengantisipasi harga yang cukup murah dari pembeli dan mengatasi segala resiko kerusakan hasil panen yang membanjiri pasar yang ada. 
 
Salah satu yang sedang dikembangkan adalah pengembangan keripik abuk ungu. Kedepan akan lebih dikembangkan lagi kerjasama antara kelompok, pemerintah Desa Bahenap , SAMPAN Kalimantan, dan Pihak Pemerintah Derah Kapuas Hulu agar mampu maksimal mengembangkan potensi pertanian yang ada di tiap desa di Kapuas Hulu.(ma)

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.