25 Hari Menyusuri Hutan Rawa Gambut,  Rasa Lelah Terbayarkan Dengan Hasil Inventarisasi Hutan Memuaskan

KUBU RAYA-SAMPAN-Beragam potensi di dalam hutan rawa gambut wilayah Hutan Desa di Bentang Pesisir Padang Tikar, Kabupaten Kubu Raya. Namun, hingga kini keberagaman potensi tersebut belum terinventarisasi dengan maksimal. SAMPAN Kalimantan kemudian melakukan inventarisasi potensi hutan rawa gambut itu dengan melakukan ekpedisi dalam hutan gambut selama 25 hari menuju titik Hutan Produksi Terbtas dan Hutan Produksi Konversi. Perjalanan ini dimulai dari akhir November sampai pertengahan Desember lalu. Bagaimana pengalaman teman-teman SAMPAN ketika berada di dalam hutan gambut?

Lekti adalah panggilan akrab teman-teman di SAMPAN Kalimantan. Ia merupakan salah satu aktivis perempuan tangguh yang kerap menyuarakan persoalan wilayah pesisir pantai. Meski perempuan, nyalinya ketika di dalam hutan bisa mengalahkan nyali lelaki. Perempuan berambut panjang lurus itu diketahui ikut dalam ekpedisi 25 hari inventarisasi potensi hutan rawa gambut di hutan desa Bentang Pesisir Padang Tikar, Kubu Raya yang dimulai November lalu.

“Ini bukan pertama kali saya di dalam hutan. Di ekpedisi kali ini, kita melakukan inventarisasi potensi hutan rawa gambut. Mulai dari potensi tanaman hutan, keanekaragaman hayati sampai pada jenis kayu lokal yang masih terjaga dilokasi Hutan Desa. Waktunya 25 hari yang dimulai akhir November lalu,” tuturnya.

Tim Inventarisasi potensi hutan ini juga melibatkan anggota Lembaga Pengelola Hutan Desa dan Kader Desa yang berjumlah 5 orang terdiri dari 2 perempuan dan 3 orang laki-laki.

tim-inventarisasi-potensi-hutan-desa-bppt

Tim Inventariasi Potensi HD BPPT tak kenal lelah saat berjalan di rawa gambut. SAMPAN 2016

Bagi sebagian orang tugas ini berat, tetapi tidak bagi sosok perempuan ini yang memiliki hobi foto itu bercerita. tidak hanya dirinya sendiri yang perempuan, Nurul perempuan berkerudung ini juga tidak mau ketinggalan dalam melangkahkan kakinya kedalam hutan rawa gambut tersebut. Kebersamaan, kekompakan dan mengerti tugas masing-masing menjadi kunci keberhasilan dalam menyelesaikan tugas ini. Meskipun tim mesti keluar masuk hutan menyusuri hutan rawa gambut.

Kalau soal jarak tempuh tak usah ditanya. Saat inventarisasi degan jalan kaki bisa sampai 4 – 7 kilometer baru sampai ke tempat tujuan. Meski demikian, dirinya merasa tak ada beban. Udara hutan segar membuatnya semakin mencintai alam. “Perjalanan ini seperti ekpedisi” kata Lekti, pengetahun juga bertambah, terutama tentang jenis tanaman dan pohon di dalam hutan gambut.

Untuk mencapai ke lokasi hutan produksi butuh perjuangan. “Akan banyak keringat yang menetes,” ucap Lekti. Medannya juga sulit. Tak jarang ketika di perjalanan Tim harus melewati air dengan kedalaman hingga dada orang dewasa. Apalagi jika hujan sudah dipastikan medannya semakin berat.

Meski rasa lelah menghinggapi, Lekti tak lantas berputus asa. Apa yang dilakukan ti

Senyum Kecil menghiasi Tim Inventarisasi Potensi Hutan Rawa Gambut. SAMPAN 2016

Senyum Kecil menghiasi Tim Inventarisasi Potensi Hutan Rawa Gambut. SAMPAN 2016

mnya terbayarkan dengan mengetahui banyak pengetahuan, terutama mengenal bentuk daun, jenis pohon atau keadaan batang komposisi serat batang.

Untuk total luasan Hutan gambut Bentang Pesisir Padang Tikar secara detail ia kurang tahu. Namun untuk luasan HP Bentang Pesisir Padang Tikar sekitar 6000 an. Dalam ekpsedisi itu, dari SAMPAN Kalimantan ada 2 orang. Sisanya ada 2 mahasiswa Fakultas Kehutanan Untan dan 4 orang LPHD serta 4 orang dari kader desa. Usai mendapatkan data inventarisasi tentu akan memudahkan masyarakat untuk melakukan pengembangan potensi Hutan Desa Bentang Pesisir Padang Tikar.(ma)

No Comment

You can post first response comment.

Leave A Comment

Please enter your name. Please enter an valid email address. Please enter a message.